Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Sejak tahun 2001 saya sudah mengenal internet, namun sejak itu bisanya hanya email, cari update antivirus, cara software dan gambar gratis, pernah bikin situs gratis di geocities, dan Chating. Untuk yang terakhirnya ini yang paling sering. Beragam pengalaman saya dapat dari chatting, saya punya banyak teman dari berbagai daerah di Indonesia dan dari luar negeri. Yang paling dekat sih ya orang lokal alias sekitar Banjarmasin, dan yang paling jauh dia mengaku dari Argentina.
Karena saya laki-laki otomatis teman chatting saya paling banyak adalah wanita. Untuk yang satu ini, bahkan sampai pada tahap yang serius juga pernah, yang paling hot sih teman saya “Luna” di Lampung, Berhubung semakin murahnya biaya telpon biasanya habis chatting diteruskan dengan saling telpon dan akhirnya ketemu langsung alias kopi darat. Saya tidak berani membuat komitmen saat kami ketemu karena saya sadar kami yang berjauhan. Saya di Banjarmasin dan Luna di Lampung. Walau pertemuan ini benar-benar “menuntaskan” kerinduan selama 2 tahun chatting, sms dan telpon.
Tahap akhir, saya menyerah dan dia juga menyerah. Sekarang saya sudah menikah dengan perempuan lokal . Satu yang membuat saya sangat terenyuh tanpa sepengetahuan siapa pun, sewaktu dia mengikuti UMPTN dia memilih pilihan pertamanya nya di Unlam Banjarmasin. Sampai sekarang kita saling berhubungan sebagai adik kakak.
Anda punya pengalaman juga …… ?
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Materi nomor sekian untuk saya, yang utama cinta kepada Allah dan Rasulnya, Kedua: orang tua, Istri dan seterusnya. Namun saya paling nggak suka dibodohi, dan di-tidak adili. Berdasarkan keputusan menteri keuangan RI, seluruh pegawai negeri mendapat uang makan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2007, dengan besaran Rp. 10.000,- perhari dan dipotong pajak 15%. Setiap bulan paling banyak cuman dapat 22 hari, padahal guru yang turun mengajar hari Sabtu, setiap bulannya masa kerjanya lebih dari 22 hari. Sedangan kan hari libur gak dapat uang makan. Gimana Mbak Menteri Keuangan, kalo begitu lebih baik guru gak usah aja turun hari Sabtu biar sama dengan PNS lain. Kan bisa mengobyek cari pendapatn laen….
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Jangan kawin dengan guru, itu adalah pesan dosen saya Pak Ersis kepada mahasiswa di kampus tercinta FKIP Unlam Banjarmasin dalam sebuah kuliah. Kata beliau gaji guru jangan harap bisa membelikan lipstik dan parfume yang mahal. Ketika itu saya tertawa saja menanggapinya, namun sekarang sudah menjadi realita bagi saya, kenyataan nya sekarang gaji guru kecil… Guru adalah jabatan fungsional, yang ke-profesional-an nya cuman dihargai Rp. 227.000,- untuk PNS golongan III dan Rp. 287.000,- untuk PNS golongan IV. Kalau guru honor jangan diharap dapat tunjangan seperti itu, pertama jadi guru saja saya sangat ingat sekali digaji Rp. 132.000,- tahun 1998.
Bisa jadi itu adalah ganjaran tunjangan terkecil di Indonesia untuk sebuah jabatan fungsional, mungkin bisa jadi sangat kecil karena guru jam 14.00 sudah pulang, atau karena sering libur, jadi tunjangannya sekecil itu, atau guru memang belum prefesional selama ini. So jadi di anggap gak perlu diberi tunjangan besar. Padahal anak didik saya sudah ada yang jadi diplomat, polisi, tentara, dosen, preman, koruptor koq itu tak jadi ukuran selama ini. Padahal mulai pejabat hingga koruptor kan bisa nya karena guru, minimal mereka itukan bisa membaca dulu baru bisa mengkorupsi, nah … bisa membaca kan karena guru… Gimana mas menurut sampean
Diarsipkan di bawah: Uncategorized
Lagi Di ruang KomputerTanya saja pada semua murid “Apa pelajaran yang tidak kamu suka, ?” Pasti ada saja, mulai dari Matematika, Bahasa Inggris, IPA dll. Cara pembelajaran yang disenangi murid adalah salah satu supaya mereka senang belajar. Walaupun materi pelajaran yang sangat sulit sekalipun. Sekarang saya mau mengajak semua guru dan siapa saja yang bisa membuat suasana belajar bisa lebih menyenangkan dengan mengirimkan pendapatnya ke blog ini, terima kasih